Inside Out Movie: the Ultimate Form of Sophistication

Simplicity is the ultimate form of sophistication

-Albert Einstein

Barangkali kutipan itu paling pas untuk menggambarkan kekagumanku terhadap film Inside Out. Aku penggemar berat aneka film animasi yang digarap secara ‘serius’. Setelah Frozen yang sempat membuatku ‘demam’ karena ngefans abis dengan quotes dan soundtrack nya, Inside Out berhasil membuatku super terpikat. Film garapan Pixar dan Disney ini juga berhasil membuatku demam hal-hal yang terkait dengannya. Ekspresi demamku tentunya bukan dalam bentuk mengoleksi pernak-perniknya ya…hehe. Sejak penayangannya, aku mencari berbagai informasi terkait Inside Out. Mulai dari proses pembuatan, orang-orang di balik layar–yang pastinya superkeren, fakta-fakta di baliknya, animasi pendek di di Youtube, quotes, dsb.

Apa yang membuatku sebegitu kagumnya dengan Inside Out?

Ya, menurutku film ini benar-benar implementasi dari quotes Albert Einstein. Inside Out dengan segenap paket konten dan penyajiannya menurutku bisa dinikmati semua jenjang usia dan kalangan. Sejauh mana Inside Out dapat dinikmati dan dimaknakan akan sangat tergantung dengan wawasan awal penonton mengenai topik emosi.

Anak kecil akan sangat menikmati tampilan visual dan dialog jenakanya. Meskipun mereka belum mampu memaknakan filmnya, percayalah bahwa mereka menyimpannya dalam memori, dan suatu saat dapat memaknakannya ketika lebih besar. Anak yang lebih besar dapat menikmati alur cerita, serta mulai dapat menangkap nilai-nilai di baliknya. Remaja dan dewasa kalangan non-psikologi mendapatkan pemahaman mengenai bagaimana proses mental yang terkait dengan emosi yang divisualisasikan dengan apik oleh Inside Out. Sedangkan kalangan psikologi yang paham mengenai proses mental emosi ini, mendapatkan inspirasi mengenai cara menjelaskan dinamika psikologi pada khalayak. Aku termasuk kategori terakhir, yang tentunya juga menikmatinya dari sisi-sisi kategori penikmat lain.

INSIDE-OUT-18

Aku benar-benar kagum dan terinspirasi dengan cara Inside Out memvisulisasi proses mental ini. Mulai dari bagaimana emosi muncul sebagai respon suatu pengalaman, bagaimana persepsi kita terbangun terhadap suatu fenomena dipengaruhi emosi yang muncul saat itu, bagaimana struktur kepribadian terbentuk berdasarkan ‘rangkuman’ pengalaman emosi sejak kecil. Dan terakhir dan terpenting menurutku: bagaimana emosi satu dan lainnya berfungsi saling melengkapi agar seseorang tetap setimbang. Tidak ada yang baik maupun buruk. Semuanya ada pada diri kita. Kita terima, rasakan, olah, dan ekspresikan pada kadarnya.

Tak heran film Inside Out ini setiap detailnya begitu istimewa, karena memang prosesnya digarap oleh orang-orang dengan berbagai latar belakang disiplin ilmu. Inilah kekuatan dari kolaborasi ilmu. Ilmu psikologi tentu salah satu ilmu yang signifikan terlibat di sini. Di mataku, psikolog macam inilah yang aku sebut sebagai ‘psikolog jenius’. Seorang temanku yang animator menyabut Inside Out sebagai inovasi besar ‘produk psikologi’ (yang mana bentuk ‘produk’nya tidak dipahami/disadari banyak orang. heuheu).

Berbicara mengenai kolaborasi ilmu, hal itulah yang selama ini aku upayakan dalam mengamalkan ilmu psikologi. Aku selalu menikmati kolaborasi ilmu psikologi dengan ilmu lain; sejauh ini aku sangat menikmati dengan ilmu desain (khususnya desain visual). Desain sangat banyak membantu psikologi untuk menyampaikan konten yang abstrak. Membumikan psikologi. Bisa dibilang ‘membumikan psikologi’ adalah cita-cita terbesarku dalam ilmu psikologi. Saya sedang mempersiapkan tulisan mengenai topik membumikan psikologi ini. hehe. Nantikan ya! 😉

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: