Berkebun hanya butuh sedikit lahan, banyak keinginan, dan SEJIBUN kreativitas!

Maret 2015 lalu, Indonesia Berkebun meluncurkan buku yang berjudul “Urban Farming ala Indonesia Berkebun”. Buku ini merupakan tulisan dari penggiat-penggiat di kota-kota berkebun jejaring Indonesia Berkebun yang telah melalui proses seleksi dan penyuntingan tertentu. Alhamdulillah BdgBerkebun mendapat kesempatan untuk menerbitkan tulisan kami. Namun karena keterbatasan jatah halaman, dan kami-kami ini terlalu semangat menulis, jadinya tulisan yang di-cut jadi banyak banget setelah jadi buku. hehehe…

Nah maka dari itu postingan kali ini menampilkan versi penuh tulisan BdgBerkebun dari buku tersebut, yang telah melalui proses penyuntingan internal BdgBerkebun. Berhubung website BdgBerkebun sedang nonaktif, jadi untuk sementara ditampilkan di sini. Postingan ini sepenuhnya milik BdgBerkebun karena dibuat beramai-ramai oleh para penggiat.

Kalau penasaran ingin lihat versi lengkap buku IDberkebun yang memuat tulisan jejaring kota lain, silakan cari bukunya di toko buku terdekat ya 🙂

 

***

 

“Berkebun hanya butuh sedikit lahan, banyak keinginan, dan SEJIBUN kreativitas!”.1)

Selected1Kalimat ini resmi diproklamirkan sebagai tagline .BdgBerkebun pada #TanamSerentak se-Indonesia pada tanggal 2 September 2012. Namun sebelumnya kalimat ini pernah kami ungkap pada salah satu presentasi kami saat workshop pada November 2011.  Kalimat ini muncul dalam keadaan terdesak, ketika mempersiapkan presentasi 1,5 jam sebelum tampil *ups*. Meskipun muncul dalam keadaan terdesak, sesungguhnya ia tak sertamerta muncul, melainkan melewati berbagai proses yang pada akhirnya menghasilkan suatu penghayatan tertentu—yang merepresentasikan pemahaman sekaligus cita-cita kami. Proses ini mirip ‘penemuan’ kalimat atau frasa lain khas .BdgBerkebun yang biasanya juga muncul di saat terdesak, obrolan santai, atau pada lamunan yang  melanglangbuana…

 

***

 “Mau dibawa ke arah mana gerakan ini?”, “Dalam konteks apa gerakan ini digaungkan; gaya hidup hijau, ketahanan dan keamanan pangan,  pemanfaatan lahan terbengkalai, atau??”. Sejak kumpul rintisan perdana hingga peluncuran, bejibun pertanyaan rumit dan fundamental *weisss* kerap muncul di benak kami sebelum merasa mantap untuk memulai gerakan ini. Bersesi-sesi diskusi kami lalui untuk menjawab pertanyaan ini. Ya, diskusi yang serius dan berkonsep tea..hihi :P. Pemahaman sederhana mengenai misi kami, yaitu mengajak masyarakat di Bandung untuk berkebun, berlanjut kepada pertanyaan “Berkebun? Bagaimana bisa hal tersebut menjadi menarik di mata orang kota seperti Bandung? Bagaimana cara agar tujuan di balik berkebun ini dapat dipahami oleh masyarakat? ”.

Pada suatu titik, kami tersadar.. “Aah, kebanyakan mikir dan diskusi! Yuk kita langsung beraksi di lapangan sambil cari jawabannya, let’s have fun and make it simple!”. Pertanyaan-pertanyaan tadi sesungguhnya belum sepenuhnya terjawab. Bermodalkan pemahaman dasar mengenai karakteristik urang Bandung yang suka dengan hal-hal berbau nge-pop dan seru, kami sepakat bahwa gerakan ini sepatutnya merupakan hal yang menyenangkan bagi kami, menyenangkan pula untuk orang lain. Pokoknya FUN! FUN! FUN! Selain itu, kami ingin kegiatan berkebun menghadirkan nilai lebih bagi setiap orang. Nilai lebih ini akan menjadi sumber motivasi  berbeda pada setiap orang—yang kami yakini menghasilkan dinamika dan keseruan luar biasa tersendiri, apapun itu. Apa nilai lebih tersebut, akan bergantung penghayatan subjektif setiap orang. Bisa jadi nilai lebih itu berupa pergaulan, ajang refreshing, gaya hidup hijau, ketahanan dan keamanan pangan, edukasi, dll. Oh, ternyata nilai lebih yang dimaksud ini masuk lingkup konsep sustainability 3E yang sering Kang Emil sebut-sebut; ekologi, ekonomi, edukasi. Yes, mecing!

Selected2

Dengan dua prinsip tersebut, .BdgBerkebun mengawali langkah secara resmi ketika #TanamPerdana pada tanggal 21 Mei 2011. Di kebun laboratorium perdana kami di Sukamulya, kegiatan demi kegiatan dijalani dengan cara-cara kreatif dan menyenangkan agar spirit yang kami tularkan bisa melekat kuat pada setiap orang yang pernah terlibat. Cara kreatif inilah yang selama ini kami sebut dengan #Creatifarming TM (Creative-Farming)2). Berawal dari ide sederhana bahwa perlu selalu ada kegiatan pengiring setelah berkebun (pembuatan lubang biopori, menghias kebun dengan barang bekas, bermain board game di kebun, dll), lama-kelamaan berkembang menjadi ide ‘liar’ tentang bagaimana cara mempercepat pergerakan ini ke masyarakat. Ide-ide liar tersebut membawa kami untuk tidak hanya berkegiatan di kebun, melainkan menjalankan program di luar kebun baik itu berupa undangan pihak eksternal maupun program atas inisiatif kami.

selected3

Seiring perjalanan, banyak hal yang ‘menguji’ keteguhan hati *cieeh* tentang yang kami jalani. Di antaranya adalah pertanyaan-pertanyaan yang sering muncul dalam forum terbuka di masyarakat atau wawancara3), seperti “Kenapa dinamai Bandung Berkebun?”. Jujur, dalam diskusi internal kami hal tersebut tidak pernah dibahas secara eksplisit sebelum pertanyaan tersebut muncul. Akhirnya kami sepakat menjawab pertanyaan berulang tersebut dengan “Karena cita-cita kami adalah membuat se-Bandung Berkebun”. Ya, kami rasa itu jawaban paling singkat, kece dan mudah dipahami yang sebenarnya bermakna dalam. Jawaban yang menggambarkan tujuan kami yaitu mengajak sebanyak-banyaknya (bahkan semua!) masyarakat di Bandung untuk memulai berkebun. Tak jarang pula masyarakat ‘salah paham’ mengenai siapa .BdgBerkebun, hingga membuat kami merasa perlu merumuskan “Yes Vs No .BdgBerkebun” untuk mengklarifikasi hal tersebut 4).

Selected3a

Pertanyaan lain yang tak jarang muncul adalah “Apa saja yang biasa ditanam oleh .BdgBerkebun, kenapa?”, kami jawab “Kangkung, bayam, pakcoy, caisim, selada, pokoknya yang gampang! Soalnya kita kan baru memperkenalkan, maka kegiatan berkebun ini haruslah dirasakan mudah oleh orang-orang. Jika sudah merasakan mudah, maka akan muncul rasa penasaran dan dorongan untuk menanam yang lebih sulit 😀”. Ya, kami yakin pengalaman awal positif yang berupa keberhasilan akan memunculkan ketertantangan untuk ‘naik kelas’. Ketertantangan inilah yang menjadi modal suatu keberlanjutan. Apa yang dibawakan .BdgBerkebun kepada masyarakat sebisa mungkin membawa citra bahwa berkebun itu mudah. Lebih lanjut, artinya .BdgBerkebun harus membuat program-program yang memfasilitasi masyarakat agar mudah untuk memulai berkebun alias #gampaNGebon TM (ngebon = ‘berkebun’ dalam bahasa Sunda, red.).

Selected4

Gimana ya caranya biar semua orang #gampaNGebon ?? Teringat sebuah sitiran andalan Kang Emil yang seringkali beliau gaungkan “Hidup itu adalah udunan” (udunan = urunan, bersama-sama menyumbang, red.). Sitiran ini sangat menginspirasi pergerakan kami. Beruntung sekali, penggiat .BdgBerkebun berasal dari berbagai disiplin ilmu yang mempunyai hasrat untuk mengkontribusikan ilmu masing-masing. Ya, dengan kolaborasi tersebut kami melengkapi satu sama lain. Melalui Spirit #UdunaNgebon TM inilah, kami mengkolaborasikan segala bentuk kontribusi (tenaga, waktu, materi, ide, dll) dari siapapun untuk mewujudkan cita-cita bersama dalam mengajak dan memfasilitasi masyarakat Bandung untuk mulai berkebun. Logika sederhana, semakin banyak yang berkontribusi maka akan semakin mudah pencapaiannya :-).

Selected5

Diskusi demi diskusi dan kegiatan demi kegiatan yang kami jalani secara berproses membulatkan pemahaman kami mengenai apa tujuan serta cara untuk mencapai tujuan tersebut. Konsep-konsep yang terkemas dalam tanda tagar ini kami temukan satu persatu seiring perjalanan bagaikan menemukan kepingan puzzle yang awalnya tercerai-berai. Seiring berjalannya waktu, barulah kami dapat menyusun dan mengaitkannya menjadi sesuatu yang utuh. Oh ralat, justru saat ini belum utuh! Itulah mengapa kami terus menjalani proses ini dengan harapan di waktu yang akan datang kami dapat menemukan potongan-potongan lainnya agar puzzlenya semakin utuh untuk menuju se-Bandung Berkebun 😀

selected6

“.BdgBerkebun membuat saya tahu bagaimana cara mencintai Bandung.”

–Rahmandaru, 2014

 

***

Inilah cuplikan-cuplikan kisah perjalanan dan kesan kami untuk mewujudkan se-Bandung Ngebon…..

 

KAMPOENG URBAN FARMING TAMAN SARI

Karakteristik masyarakat Bandung bervariasi, tapi pada umumnya adalah heboh, penasaran dengan sesuatu yang baru, berani mencoba dan masih banyak lainnya. Berdasarkan inilah .BdgBerkebun  memperkenalkan dan mengajak masyarakat Bandung untuk berkebun. Menyenangkan? HARUS, karena inilah modal dasar pendekatan, tapi kelak harus punya ‘nilai lebih’ lho…, yang seperti apa? Nantilah…yang penting masyarakat mau mencoba dulu, senang dan berhasil…baru dimaknai nilai lebihnya.

selected7

Kampoeng Urban Farming Taman Sari (KUF TS) 2011 merupakan salah satu program panjang dan melelahkan dari .BdgBerkebun…. dari mulai pendekatan dengan warga, pemetaan, pemrogaman, urun rembug, penanaman hingga panen perdana. Lebih hebohnya karena berbaur dengan ibu-ibu PKK, Karang Taruna dan masyarakat umum. Apa sih uniknya .BdgBerkebun di KUF TS?

  • Dari berbagai disiplin ilmu berusaha memahami dasar berkebun mereka hingga solid dan berjalan lancar
  • Dari persiapan, perencanaan, pemeliharaan dan panen perdana yang berjalan mulus.
  • Dari membosankan menjadi menyenangkan.
  • Dari berbagi ilmu dua arah menjadi pemahaman.
  • Dari berkebun menjadi hubungan emosional yang berkelanjutan. Inilah salah satu hal yang paling berkesan sebagai seorang penggiat.BdgBerkebun yang berlatar disiplin ilmu psikologi. Dari kontak melalui ponsel hanya say hello hingga informasi warga yang sakit, dari kabar pertumbuhan tanaman hingga acara undangan botram (makan bareng), dari curhat pribadi hingga menghadiri acara pernikahan penggiat….semua terjalin dengan baik. Senang rasanya punya keluarga baru 😀

Kerennya #gampaNGebon dan #UdunaNgebon sepenuhnya sudah terlaksana dengan baik, tapi jujur…nilai lebih untuk mencapai tujuanlah yang rasanya belum terpenuhi. Yah..untuk saat ini hanya sebatas tahu, mencoba dan berhasil panen, motivasi mandiri ke depannya belum terbentuk dengan baik, dan arti nilai lebih belum bermakna dalam. Mudah-mudahan ke depannya tujuan .BdgBerkebun akan tercapai dengan optimal.

 selected8

“Nilai lebih .BdgBerkebun baru sebatas kata, tugas bersama untuk merealisasikannya.”

-Sylvanny, 2014.

***

BANDUNG BELAJAR BERKEBUN

.BdgBerkebun”. Pertanyaan awal yang  terbesit dalam benak saya saat melihat komunitas ini adalah “Apa itu .BdgBerkebun? Kegiatan apa saja yang dilakukan dan Bagaimana cara untuk bergabung dengan komunitas ini?

Teringat slogan Bandung Kota Kembang yang dari tahun ke tahun semakin berkurang ‘kembang’nya, akhirnya saya sadar bahwa kalau bukan kita warga Bandung, siapa lagi yang akan menghijaukan kota kelahiran kita tercinta ini. Nah! Akhirnya saya bergabung dan berharap melalui komunitas .BdgBerkebun ini saya bisa berkontribusi untuk Bandung.

selected9

Berbagai kegiatan yang saya lalui bersama .BdgBerkebun  salah satunya #BBB1 (Bandung Belajar Berkebun season 1). Dalam program #BBB1, kita diajak untuk menanam sayur-sayuran seperti pakcoy, selada, kangkung, bayam, dll. Mengapa hanya sayuran saja yang ditanam? Setelah melakukan pengamatan, kebanyakan remaja zaman sekarang itu pengennya serba instan dan ga mau ribet, nah hal tersebut dapat diatasi dengan menanam sayuran  yang notabene mudah dipraktikkan dan dinikmati hasilnya secara langsung.  Selama saya mengikuti program inipun saya mendapatkan banyak pengalaman serta teman-teman penggiat yang gaul abis. Tidak hanya belajar mencangkul, menanam, ataupun panen, tetapi dari hasil panen yang kita tanam itu bisa kita makan bersama atau biasa kita sebut ngabotram. Pada akhirnya saya menyadari apa makna “reramean itu lebih menyenangkan” seperti yang selalu digaungkan ibu saya lewat ngabotram.

selected10

selected11

“.BdgBerkebun membuat saya lebih peduli dan peka terhadap lingkungan di sekitar Kota Bandung, bisa dekat dengan berbagai kalangan, juga meningkatkan tekad saya untuk terus mengajak para warga Bandung menjaga keindahan Kota Bandung yang kita cinta.”

–Saphira, 2014.

***

SCHOOL URBAN FARMING ”MY SCHOOL GOES FARMING”

“Setelah mengikuti kegiatan ini, saya nanti akan menghijaukan lingkungan rumah dan sekolah.” Ujar Syaiful, Siswa kelas 5 SD N Coblong 3 yang kemudian disambut tepuk tangan dan sorak sorai para kakak .BdgBerkebun dan peserta lainnya.

Masih jelas di ingatan saya kata-kata dek Syaiful itu lho meskipun telah lewat dua tahun silam. Salah seorang siswa SD yang terinspirasi dengan kegiatan yang diselenggarakan .BdgBerkebun.

selected12

Yap! Bisa dibilang .BdgBerkebun berhasil mengemas kegiatan My School Goes Farming dengan apik. Karena konsep edukasi #gampaNGebon, mulai dari cara penyemaian benih hingga panen sayuran, disajikan melalui dongeng berkebun “Bertualang ke Negeri Sayuran”. FUN! Iya pasti… Alhamdulillah berkebun dengan cara belajar sambil bermain ini, sudah ‘mendarahdaging’ pada .BdgBerkebun sehingga anak-anak tidak canggung untuk mengaduk-aduk tanah –bahkan ada yang pegang-pegang cacing juga- dan mudah memahami bahwa ngebon itu selain gampang ternyata juga asyik dan menyenangkan yaa..

selected13

“Ohternyata begini caranya untuk membuat media tanam di perkotaan. Sangat menginspirasi sekali.” Kata salah seorang Guru Pendamping SD tersebut. Bahkan gurunya pun juga terinspirasi dengan edukasi berkebun yang .BdgBerkebun tanamkan ke anak-anak didiknya.

Semangat, antusiasme dan harapan positif terpancar dari wajah setiap peserta yang masih belia ini. Harapannya semoga anak-anak ini dapat meneruskan misi berkebun serta mampu mewujudkan kebun impian di sekolah dan sekitarnya.

 

selected14

“Kelilingilah dirimu dengan orang-orang dan lingkungan yang positif dan inspiratif. Dan saya menemukan itu semua di .BdgBerkebun.”

–Maskunaryatun, 2014.

***

#UdunaNGebon UNTUK KEBUN IMPIAN

Duduk di angkot menempuh rute Cibiru – Dago atas harus ditempuh cukup jauh setiap kali ngebon, membuatku kadang ngelamunin babang siwon eh hehe maksud saya kadang terlintas pikiran “kenapa gue gabung komunitas ini ya? Apa kerennya coba?“  

Yuk mari plashback bentar, maklum urang Sunda ga bisa bilang “f”… Berawal dari acara #TanamSerentak 2 September 2012 silam, ketertarikan saya dengan Komunitas BdgBerkebun semakin bertambah. Selain karena aktivitas berkebun kreatifnya, pengelolaan SDM di komunitas juga menjadi hal lain yang menarik perhatian. Bertemu dengan orang-orang hebat dan kreatif dari berbagai jurusan menjadi pengalaman menarik lainnya.

selected15

Pada dasarnya sebagai lulusan pertanian ‘setidaknya’ sudah tahu tentang berkebun, tapi justru di sini menariknya, selain bisa mengamalkan apa yang didapatkan semasa kuliah, di .BdgBerkebun juga mendapatkan banyak pengetahuan baru terutama tentang berkebun kreatif yang membuat siapapun #gampaNGebon. Berkebun kreatif mulai dari instalasi sederhana dengan menggunakan botol bekas air mineral hingga instalasi-instalasi kreatif lainnya yang membuat berkebun tidak hanya bisa menghasilkan produk yang bisa dikonsumsi tapi produk yang bernilai estetika pula.

selected17

Dari beberapa program yang telah dilaksanakan, ada satu program yang menurut saya itu menunjukan Bandung banget, yaitu #UdunaNgebon. Berawal dari keinginan mempunyai kebun yang tidak hanya dijadikan tempat produksi tapi bisa dijadikan tempat rekreasi yang bernilai estetis, muncullah ide untuk udunan atau patungan barang-barang yang dibutuhkan di kebun. Melalui #UdunaNgebon ini kami membangun kebun impian kami bersama.

Selected18

Berkebun itu mudah, tak perlu buka lahan berhektar-hektar untuk memulai berkebun, karena dari lahan rumah yang sempitpun bisa. Tak perlu biaya yang besar untuk berkebun dengan menggunakan bahan bekas untuk wadah tanam pun bisa atau bisa juga dengan #UdunaNgebon. Dengan saling berbagi apa yang dimiliki lebih mudah untuk memulai berkebun. Dengan #UdunaNgebon tidak hanya berbagi hal-hal yang dibutuhkan untuk berkebun tapi juga bisa berbagi mengenai pengalaman dan pengetahuan tentang berkebun.

selected19

“BdgBerkebun adalah rumah, rumah untuk berbagi dan memberikan manfaat.”

-Melina, 2014.

 

***

MARI MULAI BERKEBUN DI RUMAH KITA SENDIRI

selected20Sebelum mengikuti kegiatan di .Bdgberkebun, saya nggak pernah membayangkan bahwa ngebon itu bakal menyenangkan. Ya, sebelumnya saya berkebun kecil-kecilan di rumah, yang terkadang menjadi rutinitas pagi atau sore dan saya nggak punya alasan khusus untuk itu. Tapi setelah bergabung di kegiatan .Bdgberkebun, saya tahu bahwa ngebon itu punya dampak positif untuk diri kita, baik itu untuk refreshing, menyalurkan hobi,  dan berbagi ilmu tentang berkebun.  Hal positif lainnya, setelah ikut ngebon dengan .Bdgberkebun, tidur saya selalu nyenyak. Asli ini bukan hanya promosi, saya pernah baca sebuah artikel bahwa berkebun bisa membantu orang insomnia, saya berhasil membuktikannya. Haha.

Sebenarnya ngebon itu gampang. Dan dengan hashtag campaign #gampaNgebon .Bdgberkebun semakin intens mengajak semua orang untuk berkebun dengan cara sederhana, asyik, dan sarat makna. Semoga warga Bandung bisa tergerak semua bahwa nggak perlu lahan luas untuk mulai berkebun – jelas, Bandung tercinta ini sudah sempit, cukup dengan keinginan dan kreativitas, pekarangan rumah bisa disulap jadi kebun serba ada. Yuk! Mulai dari pekarangan rumah sendiri, colek-colek tetangga sebelah juga untuk ngebon dan nanti akan terwujudlah se-Bandung ngebon. Aamiin.

 

”.Bdgberkebun menginspirasi saya bahwa perubahan besar dapat dibuat melalui hal-hal sederhana.”

-Pascapurnama, 2014.

***

Di tahun ke tiga ini, kami mendapatkan kesempatan untuk berkolaborasi dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Bandung dalam menginisiasi program Bandung Kampung Urban Farming (BKUF). Program ini adalah program yang memfasilitasi, mengedukasi, dan mendamping masyarakat pemukiman padat untuk berkebun di lahan terbatas di wilayah mereka. Program ini menyentuh 151 RW di 30 Kecamatan di Bandung, dan melibatkan sekitar 100 relawan. Sungguh sebuah pergerakan yang sangat masif untuk komunitas seperti .BdgBerkebun. Ah…kami merasa semakin dekat dengan cita-cita se-Bandung Berkebun. Semoga spirit kami bisa tetap konsisten untuk mewujudkan cita-cita kami 😀

 

 

Kontributor tulisan:

Listia Rahmandaru G. (@listi_ijo), Sylvanny ‘Menjay’ Ranggi (@sylvannyenji), Dechairani Saphira (@dechairani), Maskunaryatun (@kunaryoshi), Melina (@riekudo15), Dyshelly Nurkartika (@dyshelldyshell).

Kontributor Foto :

Tiara Agung Juliansyah (@hajiiyay), Iqbal Maulana Achmad (@IqbalMAchmad)

 

***

Sumber terkait:

  1. Cerita asal usul tagline .BdgBerkebun : http://chirpstory.com/li/77977
  2. Cerita asal-usul Creatifarming : http://chirpstory.com/li/112378
  3. FAQ .BdgBerkebun : http://bdgberkebun.blogspot.com/p/faq.html
  4. “Yes Vs No .BdgBerkebun” dalam #diaryBBB episode 6 : http://chirpstory.com/li/63637

 

 

 

Advertisements

One thought on “Berkebun hanya butuh sedikit lahan, banyak keinginan, dan SEJIBUN kreativitas!

Add yours

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: