Waspadai Gejala Psikologis Ini!

Dalam perkembangan ilmu psikologi, setiap kurun waktunya mempunyai fokus berbeda sesuai fenomena yang terjadi pada zamannya. Pada era awal perkembangan psikologi, fokus penelitian dan pengembangan terapinya adalah perihal penyembuhan penyakit mental. Pada era selanjutnya, fokus beralih pada penelitian dan pengembangan mengenai intelegensi, seiring dengan perkembangan keilmuan dan teknologi pada berbagai bidang. Selanjutnya, pada era ini fokus beralih pada upaya agar manusia menuju pada kondisi well-being alias bahagia, setimbang, stabil. Hal ini merupakan respon atas fenomena saat ini di mana setiap individu semakin menyadari bahwa makna ‘kebahagiaan’ bagi setiap individu begitu berbeda, unik. Untuk itu topik mengenai mencari/menemukan/menciptakan kebahagiaan selalu menjadi topik yang menarik saat ini.

Padatnya aktivitas dan hiruk pikuk perkotaan, agaknya berdampak langsung pada kondisi psikologis individu yang hidup di kota. Kalau tidak pandai-pandai mengelola waktu dan energi, bisa-bisa akan tergulung pada kesibukan yang membola salju. Terlalu asyik (atau tidak asyik, hehe) bekerja bisa menyebabkan kita ‘kehilangan kesadaran’ sehingga kurang menyetimbangkannya dengan ragam kegiatan dalam rangka refreshing, atau sekadar rehat bersantai dan berdiam diri untuk memulihkan energi. Lebih lanjut, kondisi ini akan membawa individu pada kondisi psikis yang kurang bugar ketika beraktivitas, serta mempunyai ambang batas stress yang rendah. Walhasil, tingkat kebahagiaan menjadi menurun.

Salah satu gejala psikologis yang perlu diwaspadai dan teramati cukup banyak terjadi saat ini adalah gejala hipopiknikis (alias kurang piknik, hehe).  Ciri-ciri dari gejala ini di antaranya mudah merasa stress, uring-uringan, banyak protes tanpa solusi,  berkurangnya minat terhadap banyak hal, dan lain-lain. Alih-alih fokus terhadap pekerjaan, produktivitas malah menurun karena sulit berkonsentrasi. Gejala ini harus diwaspadai, karena jika berkelanjutan dapat menimbulkan kesehatan mental yang terus menurun seperti perasaan gagal terus menerus, frustrasi, hingga depresi. Kenali gejala ini! Jika Anda merasa sudah merasakan ciri-ciri tersebut, bisa jadi Anda mengalami gejala hipopiknikis ini. Namun sebelumnya, kenali terlebih dahulu tingkat dan jenis kebutuhan piknik Anda.

FB_IMG_1445186444988

ilustrasi: suduthijau.blogspot.com

Setiap orang mempunyai tingkat kebutuhan piknik yang berbeda-beda. Ada yang sedikit, sedang, dan banyak, tergantung aktivitas mental kesehariannya. Umumnya, tipe orang yang hobi (atau dituntut) banyak berpikir mempunyai kebutuhan piknik yang tinggi juga. Tipe kebutuhan piknik setiap orang juga berbeda-beda. Ada tipe yang merasa cukup terpenuhi dengan refresh setiap sore/malam/pagi dengan kegiatan sederhana di rumah atau luar rumah, ada tipe yang cukup dengan berjalan-jalan di kota setiap akhir pekan, ada yang butuh berjalan-jalan keluar kota bahkan luar negeri dalam jarak dan kurun waktu tertentu, ada juga yang sekadar butuh kebersamaan dengan orang-orang terdekat, bisa juga kombinasi dari beberapa tipe tersebut. Dengan tipe kebutuhan yang beragam ini, tentunya cara dan tempat memenuhinya juga sangat bervariasi tergantung selera masing-masing.

Saya sendiri tipe yang butuh banyak piknik, dengan ragam aktivitas dan tempat tinggi juga. Awalnya pun saya tidak terlalu menyadarinya, sehingga sempat beberapa lama pada kondisi hipopiknikis tadi. Haha. Setelah kebutuhan ini teridentifikasi, saya jadi semangat 45 mengagendakan piknik mulai dari yang berlokasi dekat sampai jauh, spontan sampai terencana, bergaya urban hingga kembali ke alam. Dan ternyata cara ini cukup efektif menjaga semangat dan ritme bekerja saya dalam keseharian. Implikasi langsung dari agenda piknik ini tentu salah satunya adalah pengelolaan finansial yang harus lebih rapi. Hehe. Beberapa pengeluaran tersier perlu lebih ditahan agar bisa menabung untuk piknik nanti

Piknik ala saya (1): Jalan kaki di kota sendiri dan menemukan objek menarik, kumpul bersama keluarga, dan nongkrong di ruang publik kota.

 

Piknik ala saya (2) : Jalan-jalan keluar kota, ke tempat-tempat istimewa

Jadi, bagaimana dengan kebutuhan piknik Anda? Apakah sudah cukup terpenuhi? Jika belum, segera agendakan piknik Anda! Jika sudah piknik tapi gejala terus berlanjut, hubungi orang terdekat untuk curhat, atau psikolog terdekat di sekitar Anda…hehehe.

 

Salam Piknik dan Bahagia!

 

Advertisements

About listiarahmandaru

Penyuka jalan kaki. Pecinta aneka jajanan Bandung. Dalam keseharian bergaul dengan topik psikologi dan pendidikan. Antusias terhadap topik terkait budaya khususnya angklung, mainan edukatif anak, lingkungan hidup khususnya berkebun. Penggemar warna hijau dan batik.
This entry was posted in psikologi and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s