Grup WhatsApp Palugada: Berlomba-lomba dalam Kebaikan

 

Berapa grup WhatsApp yang kamu miliki di ponsel pintarmu? Pasti banyak. Sama dong. Aku juga tergabung dalam banyak grup WhatsApp. Pernah suatu hari ngitung, ada 30an (ampuuun dah…). Sekarang mungkin sudah berkurang, karena  sudah left/bubar beberapa grup yang fungsinya kadaluarsa. Hingga saat ini, sebenarnya grup yang aktif memunculkan notif sekitar 10 grup. Aku sendiri hanya menjadi pengamat pasif di sebagian grup, dan terlibat juga dalam beberapa percakapan receh hingga berbobot di beberapa grup lainnya.

screenshot_2017-03-09-19-15-59.pngDi antara banyak grup WhatsApp itu, ada satu grup yang menjadi favoritku. Kami menyebutnya “Grup Palugada” (apa lu mau gua ada) atau terkadang juga “Group MiniGoogle” hehe. Nama resminya sih “Class of 2005, SMAN 3”, yang merupakan grup alumni seangkatan SMA ku dulu. Seperti nama panggilannya, grup ini memang menjadi sumber informasi terpercaya dan kilat yang bisa menyaingi Google bagi kami. Jujur saja, kalau sedang malas menyortir informasi via Google, mau cari tahu info yang sangat spesifik, grup inilah yang jadi sumber informasi pertamaku. Hahaha…

Awalnya grup ini dibentuk 2 tahun yang lalu dalam rangka persiapan Reuni Akbar SMA, plus tentunya ajang silaturahim juga. Di proses awalnya, grup ini tidak serta merta menjadi grup yang dirasakan sangat bermanfaat seperti ini. Sempat juga saya merasa grup ini terlalu ‘berisik’, karena ratusan notif yang bisa muncul setiap harinya, dan hampir semuanya berupa ‘obrolan eksklusif’ beberapa teman; candaan dan memori SMA yang saya tidak terlibat di dalamnya (maklum, waktu SMA kan saya bukan anak gahul hihi). Namun itu hanya terjadi sementara, lama kelamaan kami ini bisa saling bercanda dan melempar argumen kepada siapa saja meskipun ketika SMA barangkali tidak saling mengenal.

Grup ini mulai bertransformasi ketika kami intensif dalam diskusi Reuni Akbar. Kami bukan panitia sih, cuma peserta. Tapi subhanallah, diskusinya heboh bener meskipun cuma jadi peserta, karena saat itu memang ada isu-isu yang perlu jadi bahasan bersama sebagai kesepakatan angkatan. Dari proses diskusi itulah, kami semua semakin cair dan mengenal kembali. Cairnya komunikasi di sana membuat kami suka mengajukan pertanyaan yang bersifat kebutuhan sehari-hari. Kalau tidak salah, awalnya diskusi seputar kesehatan dan pengasuhan anak yang menjadi diskusi panjaaaaaang. Sejak saat itu, di tengah keberagaman keilmuan kami, kami menyadari bahwa ternyata grup ini berpotensi menjadi wadah saling berbagi ilmu dan informasi.

“Grup palugada, ada yang tau dokter THT yang buka sore?”

“Grup minigoogle, di mana ya tempat beli sepatu di Bandung?”

“Temen-temen dokter, anak saya sejak semalem demam, dst…..”

“Ada yang punya kesulitan akses web Kantor Imigrasi untuk ngurus paspor online?”

“Kantor Imigrasi yang dekat stasiun di Jakarta di mana ya?”

“Kalo ngambil duit di atm Link kena charge ga sih?”

“Temen-temen tau informasi ini [copas broadcast]. Bener ga ini teh? Mohon konfirmasinya dong. Menurut kalian gimana?”

Setiap hari pasti ada saja informasi baru yang berseliweran di grup melalui pertanyaan stimulan seseorang. Mulai dari pertanyaan tentang kesehatan, tempat beli barang, cari jasa benerin barang, perbankan, perpajakan, informasi lalu lintas, jalur transportasi, pengasuhan anak, rekomendasi buku, sampe isu-isu yang sedang hot. Bahkan, waktu aku dalam kondisi darurat duri ikan nyangkut di kerongkongan aja, grup ini yang jadi sumber informasi penanganan awalnya. Hihi. Dari sekian banyak topik yang diangkat, ada 3 topik yang paling sering jadi bahan pertanyaan: kesehatan (baca: konsul gratis sama dokter temen seangkatan), perbankan, dan tempat beli barang/jasa. Asoy kan? Hahaha.

screenshot_2017-03-09-19-16-33.pngBagaimana tidak ramai dan berisi banyak ilmu, grup ini beranggotakan 246 orang lintas profesi yang sedang asyik-asyiknya menerapkan serta mengeksplorasi ilmu dan keterampilan yang selama ini diperoleh. Kalau dari rentang usianya, rata-rata anggotanya secara karier sedang menuju titik ‘nyaman’ dengan identitas dan keahlian tersebut. Dengan tingkat produktivitas dan kemampuan belajar yang masih tinggi, secara psikologis rentang usia ini memang paling pas untuk untuk berbagi keilmuannya. Ditambah lagi, sejak dahulu kumpulan manusia ini terbentuk pada iklim kompetisi yang tinggi. Kompetisi yang positif tentunya. Kalau dulu kompetisi bersifat akademis, saat ini  mewujud dalam bentuk berlomba-lomba dalam kebaikan; berbagi informasi bermanfaat. Alhamdulillah

Grup ini bukan tempatnya menyebarkan broadcast yang tidak jelas kebenaran dan sumbernya. Apalagi broadcast panjang yang suka banyak tanda seru dan ditebelin gitu tuh…heu (asli, gerah!).  Kalau ada informasi yang belum jelas, grup ini biasanya akan saling bantu menyediakan sumber informasi terpercaya untuk mengonfirmasinya. Semua orang berpeluang menjadi penanya sekaligus narasumber. Secara sadar, kami menjaga pembahasan isu-isu sensitif yang bisa membuat grup menjadi tidak asik. Secara sadar pula, kami berusaha berbagi informasi yang sudah terjamin kebenarannya, dan berargumen secara kritis dan analitis tanpa menyudutkan, menghargai perbedaan. Ah, pokonya menurutku keren! Sesekali juga suka ada sih jokes receh pencair suasana, tapi tetap elegan dong. Hihi. Saya merasa bersyukur dan beruntung bergabung dan komunitas virtual yang sangat positif seperti ini. Mudah-mudahan saja bentuk-bentuk positif seperti ini bisa tertular kepada lingkaran komunitas yang lain.

Semoga kita semua bisa langgeng terus sampe tua ya, grup Palugada ❤

 

***

Tulisan ini dibuat sebagai bentuk terima kasih sekaligus apresiasi kepada teman-teman anggota grup Palugada yang selalu siap sedia dan tulus berbagi informasi dan ilmu kepada semuanya. Nuhun sadayanaaaa….

Advertisements

About listiarahmandaru

Penyuka jalan kaki. Pecinta aneka jajanan Bandung. Dalam keseharian bergaul dengan topik psikologi dan pendidikan. Antusias terhadap topik terkait budaya khususnya angklung, mainan edukatif anak, lingkungan hidup khususnya berkebun. Penggemar warna hijau dan batik.
This entry was posted in Tak Berkategori. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s